Kabupaten Teluk Bintuni adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia.
Kondisi Umum
Teluk Bintuni
Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni adalah 18.114 Km² atau meliputi 13,02 % wilayah Provinsi Papua Barat.
Wilayah Adimistrasi
Pada awal pembentukannya, Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 10 distrik saja. Namun, sejak diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pembentukan Distrik di Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, maka Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 24 distrik[5], yaitu sebagai berikut (disertai dengan luas wilayah):
Nama Distrik Ibukota Luas Wilayah (km2)
Bintuni Bintuni Barat 421,75
Babo Irarutu III 687,43
Merdey Merdey 789,44
Aranday Aranday 72,00
Moskona Selatan Jagiro 929,62
Moskona Utara Moyeba 679,43
Tembuni Tembuni 1326,00
Fafurwar Fruata 1171,00
Wamesa Idoor 816,00
Kuri Sarbe 1611,00
Manimeri Bumi Saniari 316,32
Tuhiba Tuhiba 263,60
Dataran Beimes Horna 316,32
Sumuri Tofoi 1922,00
Kaitaro Sara 859,29
Aroba Aroba 859,29
Masyeta Mayseta 451,11
Biscoop Jahabra 789,44
Tomu Sebyar Rejosari 572,00
Kaomundan Kalitami I 572,00
Weriagar Weriagar 715,00
Moskona Barat Meyerga 743,69
Meyado Meyado 743,69
Moskona Timur Igomu 509,57
Batas Wilayah
Berikut ini adalah batas-batas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002.
Utara Distrik Aifat Timur, Kabupaten Sorong Selatan dan Distrik Kebar, Testega, Menyambouw,Sururey Kabupaten Manokwari
Timur Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari; Distrik Wamesa, WindesiWasior Barat Kabupaten Teluk Wondama; dan Distrik Yaur Kabupaten Nabire
Selatan Distrik Kaimana, Teluk Arguni Kabupaten Kaimana dan Distrik Kokas Kabupaten Fakfak
Barat Teluk Bintuni; Distrik Kokoda, Aifat Timur Kabupaten Sorong Selatan
Arti Lambang Daerah
Tulisan Teluk Bintuni menjelaskan tentang nama wilayah geografis dan wilayah administratif Pemerintah Kabupaten.
Tipa busur dan anak busur melambangkat adat dan budaya.
Lingkaran warna putih dan kuning melambangkan kehidupan rakyat dan pemerintahan dengan hati yang suci bersatu membangun daerah menuju Bintuni Baru.
Merah Putih dalam lidah api melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga semangat pemerintahan dan masyarakat dalam berkarya membangun daerah bangsa dan negara.
Padi dan kapas melambangkan perwujudan dari pancasila sebagai tuntunan terhadap keadilan yang merata dalam setiap aspek pembangunan.
Daratan dan gunung melambangkan kekayaan hasil hutan dan mineral.
Lima pilar melambangkan wujud 5 agama yang merupakan dasar pembangunan iman dan moral manusia, toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.
Tujuh keping batu bara melambangkan 7 suku pribumi, sedangkan merah putih melambangkan suku nusantara yang telah menyatu dan rasa memiliki daerah ini
Percikan api dan Batu bara melambangkan potensi kekayaan alam disektor pertambangan .
Garis gelombang melambangkan potensi kekayaan laut.
2003 mejelaskan dimulainya aktifitas penyelenggaraan pemerintah.
Potensi Daerah
Potensi daerah yang terbesar dari Kabupaten Teluk Bintuni adalah sektor pertanian, kelautan dan pertambangan. Untuk sektor yang lain yaitu perikanan, perkebunan, industri migas yaitu LNG.
Pemimpin
Layaknya kabupaten-kabupaten lain di Indonesia, Kabupaten Teluk Bintuni juga dipimpin oleh seorang bupati. Setelah dilakukan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) pada 2 Desember 2005 terbentuklah Pemerintah Daerah Definitif dengan drg. Alfons Manibui, D.E.S.S. dan Drs. H. Akuba Kaitam sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni.
( Wikipedia )


